Pasti mau dong punya hubungan yang langgeng dan harmonis ? Hubungan itu harus senantiasa dirawat seperti tanaman. Lantas, bagaimana tips hubungan suami istri yang baik agar selalu langgeng dan harmonis sampai maut memisahkan?
Dilansir dari orami.co.id Rabu (16/12/2020) Yuk kita simak 12 Tips di bawah ini :
1. Selalu Asumsikan yang Terbaik
Tips hubungan suami istri yang baik pertama adalah selalu berpikiran positif. Tapi, terlepas dari apakah seorang yang berpikiran positif atau tidak, terkadang ada saja sikap pasangan yang membuat kita sakit hati atau tersinggung. Padahal, suami/istri pun belum tentu punya niat untuk membuat kamu sakit hati. “Apalagi kalau kita sudah dalam keadaan jengkel, hal setipis rambut saja bisa kita anggap salah dan buruk,” ucap Konselor Gillihan.
Jadi, Gillihan menyarankan, cobalah pada pagi hari katakan pada diri sendiri bahwa, “Hari ini saya akan berusaha bersikap seramah mungkin terhadap apapun yang saya hadapi.”
Menurut Gillihan, mentalitas ini bisa memberi kamu kebebasan untuk mengatasi diri sendiri dan bisa memberi contoh pada pasangan untuk melakukan hal yang sama.
2. Stop Menggunakan Kata “Harusnya”
Menurut Gillihan, kata “seharusnya” bisa jadi adalah kata terburuk dalam hal hubungan. “Ini menciptakan rasa ketidakadilan, bahwa sesuatu harus berbeda dari apa adanya,” ujar Gillihan. Sebab, biasanya kata “seharusnya” ini mengikuti kata-kata yang sesuai keinginan pribadi dan terkesan egois, bukan kebenaran yang sesungguhnya.
Daripada melontarkan kata-kata, “Kamu seharusnya pulang lebih cepat, dong!” kenapa tidak menggunakan kata-kata, “Aku berharap kamu bisa pulang lebih awal supaya kita bisa berduaan lebih lama.”
Daripada melontarkan kata-kata, “Kamu seharusnya membuang sampah! Lihat tuh, sudah menumpuk.” gunakan saja kata-kata, “Bisakah kamu menolongku untuk membuang sampah?”
Lebih enak didengar bukan?
3. Mendengarkan
Mungkin selama ini kamu sudah merasa mendengarkan pasangan, tapi apakah kamu benar-benar sudah mendengarkan dan mengerti?
Mendengarkan di sini bukanlah perkara “yang satu berbicara dan yang satu tidak.” Mendengarkan di sini adalah proses dimana kamu bisa diam dan mendengarkan bagaimana perasaan pasangan kemudian mencoba mengerti dan tetap membuatnya nyaman.
Ungkapkan perasaan kita pada pasangan. Berikan pertanyaan dan dengarkan jawabannya. Kalau kita sedang kesal, beri tahu pada suami/istri, jangan sampai suami menebak-nebak sendiri.
Berbicara mengenai masalah berfungsi untuk membangun kepercayaan dan membuat hubungan suami istri yang baik dan lebih kuat. Tidak hanya berkomunikasi mengenai masalah, jangan lupa sampaikan pada suami kalau dia melakukan sesuatu yang membuat kamu bahagia.
4. Selalu Mengecek Keadaan Pasangan
Percayalah, sebaik apapun kamu mengenal pasangan, tidak pernah ada yang tahu apa isi hati seseorang. Begitu juga dengan Dia.
“Jadi jangan berharap kalau pasangan tahu segalanya tentang isi hati kita. Suami istri tidak akan melewati banyak drama apabila kita bisa menyuarakan pikiran kita pada pasangan,” ucap dr. Chloe Charmichael, PhD, psikolog klinis di New York City.
Baca Juga : 6 Manfaat Travelling Bersama Pasangan yang Harus Kamu Ketahui
5. Saling Menghormati Satu Sama Lain
Saling menghormati adalah pilar pernikahan yang bahagia. Bahkan saat kamu marah, ekspresikan diri kita melalui prisma rasa hormat. Rasa hormat memungkinkan kita untuk menghindari situasi dimana salah satu pasangan merasa bahwa separuh lainnya memanipulasi dan menekan mereka.
6. Jangan Membanding-bandingkan Pasangan
Jangan membandingkan pasangan kita dengan suami dan istri orang lain, terutama seseorang di situs jejaring sosial seperti Instagram atau Facebook. Ini berlaku dalam pikiran kita dan dengan lantang.
Ingatlah bahwa orang sering kali memilih untuk tidak menunjukkan realitas mereka tetapi gambaran kehidupan dan hubungan yang mereka inginkan. Jadi, ketika suami lain menghujani wanita mereka dengan karangan bunga, membawa mereka ke restoran mahal, atau membelikan mereka hadiah, kemungkinan besar itu salah. Sekalipun demikian, itu tidak berarti bahwa pasangan tersebut bahagia.
7. Memaafkan Satu Sama Lain
Tidak ada manusia yang sempurna. Kita semua pasti membuat kesalahan. Hubungan apa pun pasti akan membawa kesalahpahaman dan luka di antara pasangan. Jika pasangan tidak bisa saling memaafkan satu sama lain, maka seiring waktu, hubungan itu akan runtuh di bawah beban keluhan yang menumpuk.
8. Hindari Kata-kata Kasar, Terutama “Perceraian”.
Cobalah untuk menghindari frasa seperti “Jika ini terus terjadi, lebih baik kita berpisah.” Dan jangan pernah mengucapkan kata “perceraian”. Ungkapan seperti itu, yang sering diucapkan dalam kemarahan, tidak dilupakan. Bahkan setelah kamu berbaikan, itu hanya akan meningkatkan kemungkinan perceraian yang sebenarnya.
9. Kontrol Emosi Masing-masing
Membuat hubungan suami istri yang baik, kamu bisa mencoba katakan pada diri sendiri “Berhenti!” kapan pun kita ingin menghina orang yang kita cintai. Jika kamu merasa tidak bisa mengendalikan diri, diamlah sebentar, tarik napas dalam-dalam, dan coba pergi jalan-jalan.
Hanya saja, jangan menggunakannya untuk menghukum pasangan kita dengan isolasi. Beri tahu mereka bahwa kita butuh waktu dan akan kembali membicarakan semuanya setelah kita sudah tenang.
10. Jangan Membicarakan tentang Masalah Rumah Tangga Kita
Jangan pernah mengatakan hal-hal buruk tentang pasangan kita kepada orang lain. Bahkan pada ibumu. Tidak juga pada teman dekat kita. Setelah pertengkaran kita, kamu akan melupakan segalanya dan saling memaafkan, tetapi ibu dan pacar mungkin merasa lain. Saat itulah pasangan kita akan tetap berada dalam pandangan negatif untuk mereka, dan mereka akan memperlakukannya dengan buruk.
Ketika segala sesuatunya benar-benar sulit, pertama-tama bicarakanlah dari hati ke hati dengan pasangan. Jika benar-benar harus berbagi dengan orang lain, hubungi psikolog keluarga.
11. Cari Tahu Love Language Masing-masing dari Kita
Setiap orang memiliki bahasa cinta mereka sendiri. Bahasa kita mungkin berbeda dari bahasa cinta pasangan. Untuk berbicara tentang cinta, dia dapat mewujudkannya dengan kata-kata dukungan dan pujian, mungkin dengan sentuhan dan perhatian, atau bahkan dengan hal-hal materi seperti hadiah.
Masing-masing dari kita memiliki bahasa cinta. Apa pun bahasa cinta pasangan kita, pelajari dan gunakan.
12. Sediakan Waktu untuk Berkencan
Habiskan waktu berduaan untuk menyalakan kembali keintiman dan romantisme dalam hubungan pernikahan kita. Ini akan membantu kamu mengingat apa yang menyatukan kita sejak awal. Penting untuk “menyediakan” waktu untuk menyendiri bersama, karena kita tidak mungkin, terutama dengan tuntutan unik gaya hidup militer, hanya untuk “menemukannya”.
Sekali seminggu atau sebulan sekali, jadwalkan jenis kencan yang kita jalani ketika masih lajang atau sebelum memulai keluarga. Setuju untuk tidak membahas anak, mertua, atau keuangan. Berdandan dan pergi makan malam layaknya orang berpacaran, menonton film, atau menghabiskan malam yang “berkualitas” di rumah dengan telepon dimatikan.
Rencanakan aktivitas yang akan kita lakukan bersama secara bergiliran. Jika kamu ingin mempertahankan gairah dan hubungan, romansa harus menjadi bagian yang berkelanjutan dari hubungan kita, bukan sesuatu yang terbatas pada ulang tahun dan hari jadi saja.




